Cara Menangani Gangguan Panik Pada Anak yang Bisa Dilakukan oleh Para Orang Tua
Ilustrasi (Keira Burton/Pexels)

Bagikan:

SURABAYA - Gangguan panik adalah jenis gangguan kecemasan yang spesifik. Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, gangguan tersebut bisa juga dialami oleh anak anak. Gangguan panik pada anak mengalami serangan kecemasan tiba-tiba, dibarengi dengan ketakutan yang intens, serta gejala fisik yang bisa terasa seperti detak jantung berdebar lebih cepat.

Anak yang mengalami hal tersebut akan merasa tak nyaman dari segi mental maupun fisik. Serangan panik juga melibatkan keinginan kuat untuk melarikan diri dari situasi tersebut. Kegelisahan juga berpotensi menimbulkan serangan gangguan kejiwaan lainnya. Karena itu dalam sudut pandang parenting, orang tua harus tahu bagaimana cara menangani hal tersebut.

Melihat Gangguan Panik Pada Anak

Anak yang memiliki gangguan panik akan berusaha menghindari tempat atau kejadian di mana rasa panik dapat muncul tiba-tiba. Gangguan panik jarang terjadi pada anak usia dini, tetapi bisa menyerang saat anak berusia remaja.

Melansir Child Mind Institute, Jumat, 8 Oktober, tanda-tanda yang bisa orangtua jadikan patokan untuk melihat apakah sang anak mungkin memiliki gangguan panik meliputi:

  • Serangan cemas datang dengan gejala fisik intens, termasuk jantung berdebar kencang, nyeri dada, kesulitan bernapas, pusing, mual dan berkeringat.
  • Ketakutan tiba-tiba dan mengerikan akan kematian atau kehilangan kendali.
  • Perasaan bahwa dunia ini tidak nyata.
  • Keinginan kuat untuk melarikan diri dari manapun mereka berada.
  • Serangan kecemasan berulang yang datang dengan cepat dan mencapai titik terburuknya dalam waktu sekitar sepuluh menit.
  • Ketakutan yang intens untuk mengalami lebih banyak serangan.
  • Menghindari tempat-tempat di mana mereka pernah mengalami serangan panik di masa lalu atau tempat-tempat yang sulit untuk melarikan diri, seperti keramaian atau ruang tertutup.

Orang Tua Tak Boleh Ikut Panik 

Sebagai orangtua, tentu saja cemas melihat anak memiliki gangguan panik. Alih-alih ikut panik, orangtua sebagai role model harus bisa memiliki kemampuan menenangkan si kecil. Ada perawatan efektif yang tersedia untuk anak-anak dengan gangguan panik. Perawatan tersebut melibatkan kombinasi terapi dan pengobatan.

Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) ditujukan untuk mengurangi rasa takut yang mengingatkan mereka akan situasi pemicu datangnya serangan panik. Seiring waktu, terapi ini bisa meredakan kecemasan anak.

Perawatan umum lainnya disebut exposure with response prevention. Terapi ini membantu mengurangi kecemasan secara perlahan dan hati-hati mengekspos anak pada situasi yang mengingatkan mereka akan serangan panik.

Obat yang disebut antidepresan telah terbukti berhasil mencegah serangan panik pada beberapa anak. Jika efek kurang terasa, maka obat anti-kecemasan seperti Xanax terkadang diresepkan sebagai gantinya.