Berkenalan dengan Empty Sella Syndrome Lengkap dengan Penyebab, Gejala, dan Dampak yang Dirasakan Penderita
Ruben Onsu menderita penyakit Empty Sella Syndrome (IG @sarwendah29)

Bagikan:

SURABAYA - Seleb Ruben Onsu menuai sorotan setelah ia mengaku menderita Empty Sella Syndrome yang membuat ia harus masuk ICU. Bahkan ia terpaksa menjalani pengobatan di Singapura. Lalu, apa sebenarnya Empty Sella Syndrome?

Pengertian Empty Sella Syndrome

Empty Sella Syndrome adalah salah satu penyakit langka. Saat seseorang menderita penyakit ini, ia akan terlihat lemas dan pucat. Kemunculan penyakit ini ditandai dengan pembesaran atau malformasi struktur di tengkorak yang dikenal sebagai sella tursika.

Dikutip dari laman John Hopskin, kebanyakan individu dengan sindrom ini tidak memiliki gejala terkait, tetapi temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kekurangan hormon.

Penyebab Empty Sella Syndrome

Sindrom sella empty ini dapat terjadi sebagai kelainan primer, yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), atau sebagai kelainan sekunder, yang terjadi karena kondisi atau kelainan yang mendasarinya.

Adapun kelianan tersebut seperti tumor hipofisis yang diobati, trauma kepala, atau suatu kondisi, dikenal sebagai hipertensi intrakranial idiopatik (juga disebut pseudotumor serebri) di mana peningkatan tekanan intrakranial menyebabkan sindrom sella empty.

Gejala Empty Sella Syndrome

Gejala sindrom empty sella dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain dan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dalam kebanyakan kasus, terutama pada individu dengan sindrom sella kosong primer, tidak ada gejala terkait (asimptomatik). Seringkali, sindrom ini ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan CT atau MRI ketika individu sedang dievaluasi karena alasan lain.

Gejala paling umum yang berpotensi terkait dengan sindrom ini adalah sakit kepala kronis. Namun, tidak diketahui apakah sakit kepala berkembang karena sindrom sella kosong atau hanya temuan kebetulan.

Dampak yang Dirasakan

Banyak individu dengan sindrom ini memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), yang dengan sendirinya dapat menyebabkan sakit kepala jika parah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, individu dengan sindrom empty sella mengalami peningkatan tekanan di dalam tengkorak (tekanan intrakranial jinak), kebocoran cairan serebrospinal dari hidung (rinorhea serebrospinal), pembengkakan diskus optikus karena peningkatan tekanan tengkorak (papiledema), dan kelainan mempengaruhi penglihatan seperti hilangnya kejernihan penglihatan (visual acuity).

Temuan spesifik pada beberapa individu dengan sella kosong, termasuk anak-anak, telah diisolasi defisiensi hormon pertumbuhan.

Individu dengan sindrom sekunder empty sella lebih mungkin untuk mengembangkan kelainan yang mempengaruhi penglihatan dan penurunan fungsi hipofisis karena penyebab yang mendasari mereka, misalnya tumor hipofisis yang diobati atau trauma, mengakibatkan masalah terkait lainnya.