JAKARTA - Santan merupakan bahan makanan yang sering digunakan dalam masakan Indonesia, terlebih di momen Lebaran, seperti untuk opor dan rendang. Namun, dalam mengonsumsi makanan bersantan banyak hal yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu kesehatan.
Salah satunya adalah proses pemanasan ulang makanan bersantan. Dikutip dari The Guardian, pada Selasa, 1 April 2025, makanan bersantan sebenarnya tidak disarankan untuk dipanaskan berulang kali.
Pemanasan ulang pada santan bisa membuat perubahan pada tekstur dan kandungan nutrisinya. Pemanasan ulang juga dapat menyebabkan santan pecah, di mana minyaknya terpisah dari air.
Sebaiknya makanan bersantan hanya dipanaskan kembali sekali saja untuk menjaga kualitas rasa dan nutrisinya. Jika harus dipanaskan lagi, cukup lakukan sekali lagi dengan api kecil dan jangan sampai mendidih terlalu lama.
Jika makanan bersantan dipanaskan beruang kali, terdapat berbagai risiko kesehatan muncul. Pemanasan ulang menyebabkan peningkatan risiko pembentukan zat yang kurang baik bagi kesehatan tubuh.
Beberapa vitamin dan lemak sehat pada santan juga bisa rusak akibat pemanasan ulang. Ini menyebabkan nutrisi baik yang seharusnya diperoleh tubuh saat mengonsumsinya menjadi hilang, dan memicu penyakit kardiovaskular hingga tekanan darah tinggi.
Selain itu, pemanasan ulang membuat tekstur makanan bersantan berubah. Santan dapat pecah dan membuat makanan tersebut terasa sangat berminyak dan tidak enak, serta tidak segar.
Oleh karena itu, jika ingin menikmati makanan bersantan dengan kualitas baik dan sehat, sebaiknya konsumsi segera setelah dimasak. Sangat dianjurkan untuk menghindari dilakukannya pemanasan berulang.
BACA JUGA:
“Penting untuk dicaat bahwa santan mengandung banyak lemak dan harus dikonsumsi dalam jumlah sedang dan cepat,” kata Jesse Feder, ahli diet klinis di Memorial Regional Hospital South, dikutip dari lamas GWS Medika, pada Selasa, 1 April 2025.