Ahli Mengungkap Obat untuk Menjaga Kesehatan Mental Paling Mujarab: Tidur Cukup
Ilustrasi manfaat tidur untuk kesehatan mental (Freepik/Karlyukav)

シェア:

SURABAYA - Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan mental. Namun, ahli mengungkap obat untuk menjaga kesehatan mental yang bisa dilakukan siapa saja tanpa risiko, yakni tidur cukup.

Colin A. Espie, Ph.D., profesor kedokteran spesialisasi tidur di Nuffield Department of Clinical Neurosciences, Universitas Oxford, menjelaskan bahwa tidur punya kekuatan restoratif yang memungkinkan orang untuk berkembang. Agar memiliki tidur cukup, Anda bisa menjaga pola dan ritme alami tubuh sendiri.

Tidur untuk Kesehatan Mental

Dilansir Psychology Today, Kamis, 13 Januari, di kehidupan binatang tidur merupakan pengalaman universal. Hal itu terjadi pada jerapah misalnya, yang menemukan cara unik untuk tertidur.

Di penelitian lain menyatakan bahwa otak monyet bisa dipulihkan dengan istirahat malam yang nyenyak. Pola tersebut sama seperti manusia yang secara biologis membutuhkan tidur cukup untuk menjaga kewarasan otak.

Pandemi, misalnya, dalam studi membuat 40 persen orang Amerika tidak bisa tidur atau mengalami insomnia. Jumlah tersebut meningkat secara signifikan dari tahun 2019. Tidur, jelas Espie, membantu kesehatan mental kita. Lantas apa yang terjadi jika tidak bisa mendapatkan kualitas tidur di jam tidur terbaik atau malam hari?

Gangguan Tidur Berefek pada Kesehatan Mental

Dalam survei yang dilakukan pada bulan Agustus 2021, separuh dari 2.000 orang Amerika mengatakan tidur mereka terganggu selama pandemi. Gangguan ini menciptakan efek buruk pada kesehatan mental di siang hari. Secara historis, kejadian-kejadian lain, seperti bencana alam, gagal panen, dan peristiwa 9/11, juga telah memengaruhi tidur.

Lebih lanjut Espie menjelaskan, tubuh memiliki ritme yang teratur. Apabila gaya hidup mengganggu ritme tersebut, pengaruhnya pada tubuh dan mental sangatlah signifikan. Pada tahun 2020, Espie dan tim peneliti dari seluruh dunia membentuk International COVID Sleep Study (ICOSS) dengan tujuan meneliti efek pandemi terhadap tidur.

Peneliti memakai pendekatan sistematis untuk mengukur tidur di semua negara dan menerjemahkan ukuran itu ke dalam berbagai bahasa sehingga menemukan pola lebih luas berdasarkan lintas budaya dan negara.

Ritme Tubuh Berdampak pada Kesehatan Mental

Dari penelitian tersebut, kabar baiknya adalah bahwa tidur tidak pernah mengecewakan karena sifatnya restoratif dan obat alami paling mujarab untuk melakukan fungsi mental sehari-hari seperti fokus, belajar, mengakses memori, dan beraktivitas.

Batasan yang kabur ketika lebih banyak menghabiskan waktu di rumah juga dikaitkan dengan tingkat kecemasan, depresi, dan insomnia yang lebih tinggi. Dari 13 negara yang diteliti, Amerika Serikat memiliki tingkat gejala insomnia tertinggi (59,8 persen). Jika Anda termasuk orang yang sulit tidur cukup, Espie menyarankan 3 cara efektif.

Pertama, kenali ritme alami tubuh Anda. Karena memaksa diri untuk tidur lebih awal atau begadang semalaman adalah tindakan kontraproduktif, maka cari tahu ritme alami tubuh. Kedua, jika sulit tidur meski sudah mengusahakan maka cobalah bangun dari tempat tidur dan lakukan aktivitas menenangkan tanpa gawai.

Ketiga, hanya perlu waktu 10 menit untuk menutup hari dengan tenang, misalnya dengan mencatat agenda esok hari. Pesan Espie, ini bisa membantu menenangkan pikiran dan tertidur tanpa harus berlama-lama overthinking.