Cara Mengolah Daging yang Benar Agar Tak Berdampak Buruk Pada Kesehatan
Ilustrasi cara memasak daging yang benar (Unsplash/Vera Davidova)

Bagikan:

SURABAYA - Mengonsumsi daging memang menyenangkan. Rasanya enak dan bisa diolah ke dalam beragam sajian kuliner. Namun, yang sering dilupakan masyarakat adalah cara mengolah daging yang benar agar tetap sehat dikonsumsi.

Misalnya mengolah Steak daging yang dimasak rare hingga medium-rare. Cara pengolahannya perlu cara khusus agar tidak membawa bakteri Salmonella dan E coli. Jika tidak diperhatikan cara pengolahannya, maka bisa menyebabkan penyakit serius.

Cara Mengolah Daging yang Benar

Dilansir Academy of Nutrition and Diabetics, termometer makanan adalah alat terpenting untuk memastikan makanan yang Anda makan aman. Termometer juga perlu digunakan untuk memastikan daging mentah yang diolah tidak membawa bakteri yang membahayakan kesehatan.

Daging yang diolah setengah matang, sebenarnya tidak semuanya berbahaya. Apalagi saat makan malam di restoran dengan menu medium-rare steak. Kecuali suhu yang dipakai untuk mengolah kurang bisa membunuh bakteri-bakteri dalam daging mentah.

Cara yang lebih baik adalah memastikan suhu untuk mengolah makanan Anda. Ini yang paling mungkin menjamin daging sampai tingkat kematangan yang ‘tepat’ dan lezat. Kadang, secara rasa menyajikan kelezatan tetapi hindari hanya mengandalkan indra perasa untuk menentukan apakah daging yang dimasak sudah aman. Bahkan warna dan tekstur daging pun bukan indikator yang bisa diandalkan.

Menentukan Kematangan Daging

Sebuah penelitian menegaskan kedua hal tersebut. Seperti warna cokelat, tekstur yang keras atau juicy tidak boleh diperhitungkan untuk menentukan kematangan serta keamanannya untuk dikonsumsi. Dan lagi, warna merah muda juga bukan berarti daging kurang matang dimasak. Artinya suhu yang ditunjukkan termometer adalah satu-satunya cara menikmati masakan berbahan daging secara aman.

Daging sapi dewasa, daging sapi muda, babi, ataupun domba giling tidak aman untuk digiling lalu dimasak setengah matang. Sebab dalam proses penggilingan sangat memungkinkan bahan menyebarkan bakteri. Daging giling setidaknya perlu diolah pada suhu mencapai 160 derajat Fahrenheit atau 71,1 derajat Celcius.

Suhu Memasak Daging

Untuk ayam dan kalkun giling perlu dimasak dalam suhu kurang lebih 73 derajat Celcius. Sedangkan daging steak segar, untuk dipanggang atau dipotong dadu, ketika dimasak medium-rare dalam suhu 62 derajat Celcius selama minimal 3 menit masih aman dikonsumsi.

Bagi wanita yang lanjut usia, anak-anak, dan orang dewasa dengan sistem kekebalan lemah, harus menghidari semua olahan daging medium-rare atau setengah matang.