4 Cara Sembuhkan Trauma Korban Pelecehan Seksual Agar Kesehatan Mental Terjaga
Ilustrasi gangguan mental (Timur Weber/Pexels)

Bagikan:

SURABAYA - Belakangan muncul banyak kasus yang terkait dengan kekerasan seksual. Saat kasus terungkap, pelaku bisa dipenjara. Namun, trauma psikis yang diderita korban tak langsung hilang. Lalu, adakah cara sembuhkan trauma korban pelecehan seksual agar kesehatan mental tetap terjaga?

Cara sembuhkan trauma korban pelecehan seksual

Tim VOI mencoba mewawancarai psikolog Dra. A Kasandra Putranto melalui pesan elektronik untuk mengurai mengurai dampak psikis yang diderita korban pelecehan seksual.

Dampak psikis yang mungkin ditanggung korban adalah seperti Post-Traumatic Disorder (PTSD), depresi, gangguan kecemasan, ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan terlarang, ide bunuh diri, dan percobaan bunuh diri. 

Gejala PTSD

Gejala-gejala PTSD pasca pelecehan seksual ditunjukan dengan adanya rasa was was apabila berhadapan dengan situasi atau keadaan yang mirip saat kejadian.

Merasa ingin menghindari dari situasi atau keadaan yang membawa kenangan saat terjadinya. Korban yang mengalami kekerasan membutuhkan waktu satu hingga tiga tahun untuk terbuka pada orang lain.

PTSD sering terjadi pada korban pengalaman traumatis, tidak terkecuali pada korban kekerasan seksual. Korban kekerasan seksual  membutuhkan proses pemulihan dari PTSD agar kualitas hidupnya dapat meningkat dan tidak terus menerus menyesali kejadian traumatis tersebut.

Namun, penyembuhan PTSD sendiri tidak  mudah. Korban yang sembuh dari trauma tersebut bukan berarti melupakan kejadian tersebut.

Langkah Kurangi Trauma

Menurut Psikolog Kasandra, ada empat langkah yang dapat diambil korban untuk mengurangi trauma akibat kekerasan seksual. Yaitu, coba menerima kenyataan, bercerita kepada orang terdekat, menuangkan perasaan yang dirasakan pada buku harian, dan berhenti menyalahkan diri sendiri. 

Selain itu, diperlukan juga bantuan baik secara medis maupun psikologis. Agar korban tidak merasa tertekan lagi dan bisa hidup secara normal kembali seperti sebelum kejadian trauma.

“Pemeriksaan psikologis sangat penting dilakukan sebelum ada pendampingan dan intervensi oleh psikolog yang memiliki kompetensi terkait,” tulis Psikolog Kasandra.

Pendampingan itu sendiri juga harus dengan metode-metode yang benar. Sehingga dalam menjalani penyembuhan atau terapi, korban tidak mengalami tekanan-tekanan baru yang diakibatkan dari proses pendampingan itu sendiri.

Pendampingan Korban

Pendampingan pada korban kekerasan seksual, tidak hanya dilakukan oleh psikolog. Namun orang terdekat di sekitar korban pun punya andil penting dalam hal ini. Psikolog Kasandra menjelaskan ada empat cara yang bisa orang awam lakukan dalam mendampingi korban. Yaitu, memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada korban, membantu korban untuk mengumpulkan bukti kekerasan seksual, menjaga privasi korban dan mendorong korban untuk mencari dukungan dan bantuan pada lingkungan sekitar.

Perlu diingat, kehadiran dan dukungan dari orang terdekat merupakan hal penting yang dapat membantu korban bangkit dan kembali menjalani hidup. Dukungan yang dapat diberikan tidak hanya dengan hadir secara fisik, tetapi juga hadir untuk memberikan dukungan emosional bagi korban.