Bagikan:

 

JAKARTA - Selama bulan Ramanda, banyak umat  muslim di Tanah Air yang mengalami perubahan pola tidur karena harus bangun dini hari untuk melakukan sahur. Terdapat beberapa orang yang jadi sering begadang menunggu sahur dan menyebabkan pola tidur berantakan.

Usai Lebaran, pola tidur yang berantakan tersebut sebaiknya diperbaiki agar tidak mengganggu kesehatan ke depannya. Begini beberapa cara perbaiki pola tidur yang berantakan pasca Lebaran, yang dikutip dari Healthshots, pada Selasa, 1 April 2025.

1. Aktif saat pagi dan siang hari

Ketika menjalan ibadan puasa, biasanya enggan melakukan banyak kegiatan, terutama di siang hari. Setelah Lebaran, penting untuk aktif berkegiatan pada pagi dan siang hari, agar tubuh merasakan lelah dan bisa tidur tepat waktu pada malam hari.

Tidur tepat waktu pada malam hari penting dilakukan untuk mengembalikan pola tidur yang sehat. Ini juga akan membuat Anda tidur dalam waktu yang cukup dan akan merasa segar ketika bangun di pagi hari.

2. Tidur kembali jika terbangun dini hari

Kebiasaan melakukan sahur membuat tubuh bisa dengan sendirinya bangun menjelang pukul 3 pagi. Jika setelah Lebaran Anda mengalami hal ini, cobalah untuk langsung tidur kembali dan tidak memainkan ponsel, karena bisa meningkatkan kesadaran.

Biasakan untuk bangun pukul 5 pagi setiap harinya. Tubuh biasanya membutuhkan waktu adaptasi kurang lebih seminggu, hingga akhirnya terbiasa kembali bangun 5 pagi, bukan jam akan sahur saat puasa.

3. Hindari makan jelang waktu tidur

Makan khususnya malam menjelang waktu tidur tidak dianjurkan untuk dilakukan. Hal ini dapat membuat perut begah dan tidak nyaman.

Makan di jelang tidur juga dapat membuat sistem pencernaan lebih aktif dan membuat tubuh terjaga bahkan tidak bisa tidur. Ini tentu saja akan mengganggu kualitas dan waktu tidur, yang sangat berdampak pada kegiatan keesokkan harinya dan kesehatan tubuh.