Perampok di Jember Bunuh Pemilik Rumah dengan Cara Gorok Leher, Dua Tetangga Korban Juga Kena Imbas
ILUSTRASI PEMBUNUHAN (PIXABAY).jpg

Bagikan:

SURABAYA - Seorang wanita tewas di dalam kamar mandi rumahnya dengan kondisi luka parah di leher. Korban yang bernama Prita (48) asal Patrang, Jember, Jawa Timur, itu diduga tewas karena dibunuh oleh perampok di Jember yang menyatroni rumahnya.

Tak hanya Prita, perampok juga menganiaya dua orang lainnya yakni Sri Budi Asmara Rini (78) dan Benaya (35) tetangga korban. Keduanya saat itu mencoba melumpuhkan pelaku, namun malah mendapat luka sayat di wajah.

Kronologi Aksi Perampok di Jember 

Dalam kasus dugaan perampokan yang terjadi pukul 14.00 WIB, Selasa, 17 Januari, satu orang perampok dilumpuhkan warga. Terungkap identitas pelaku berinisial HP (31), warga Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Jember.

Polisi menjelaskan pelaku mulanya mengaku sebagai tukang instalasi listrik. Tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong dari rumah.

Seorang pelaku kemudian lari dari rumah korban. Dua orang warga coba menghadang hingga satu orang pelaku ditangkap.

"Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," kata Kapolres Jember, AKBP Hery Purrnomo, Selasa, 18 Januari.

Perampok Sempat Terlibat Duel

Salah satu warga bernama Benaya yang terlibat duel, kata dia, terluka terkena sabetan pisau dapur yang dipegang pelaku.

"Sementara korban diduga ada tiga orang, satu di antaranya perempuan meninggal dunia dengan luka parah. Kami akan melakukan otopsi terhadap korban meninggal dunia untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata dia.

Polisi masih memeriksa sejumlah saksi. Tapi polisi belum memberikan penjelasan terkait modus dan motif pelaku membacok korban hingga meninggal dunia.

"Modus dan motif pelaku masih belum diketahui, karena harus memeriksa terduga pelaku dulu. Kami tidak mau berandai-andai di luar konteks hasil pemeriksaan," kata Hery.

Artikel ini telah tayang dengan judul Wanita di Jember Tewas dengan Leher Tergorok, Diduga Jadi Korban Perampokan.