Kapal Kargo Zidane Express Hilang Kontak di Pulau Sapeken Sumenep, 4 ABK Berhasil Dievakuasi
KN SAR 234 dari Kantor SAR Surabaya diterjunkan untuk mengevakuasi empat ABK 'Zidane Express' yang dikabarkan hilang kontak di Laut Sapeken, Sumenep. ANTARA/HO-SAR Surabaya.

Bagikan:

SURABAYA - Empat orang anak buah kapal (ABK) Zidane Express berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR). Sebelumnya, kapal kargo Zidane Express tersebut dikabarkan hilang kontak di perairan sekitar Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.

Kapal Kargo Zidane Express

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo mengatakan bahwa kapal tersebut berukuran 20 meter x 3,5 meter dan dioperasikan oleh empat orang ABK.

"Empat orang ABK ditemukan dalam kondisi selamat oleh awak Kapal Motor MJW di koordinat 7° 39' 6,39" S 115° 3' 59,35" E," ujarnya dikutip Antara, Selasa, 31 Mei.

Titik koordinat tersebut berjarak sekitar 63 mil laut dari Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, atau 61 mil laut dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep.

"Saat ditemukan, keempat ABK bertahan hidup dengan cara mengapung dengan menggunakan stereofoam," ucap dia.

ABK Zidane Express

Seluruh ABK “Zidane Express” terdata sebagai warga Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep di kawasan Pulau Madura.

Masing-masing adalah pemilik kapal Ali Sabibi, serta tiga anak buah kapal lainnya, yaitu Rusiyadi, Moh Ajim dan Ansori.

Hari memastikan keempat orang ABK ini telah dievakuasi menuju ke Pulau Sapeken.

"Kru Kapal Motor MJW melakukan pertolongan pertama terhadap empat orang ABK tadi malam. Sudah kami evakuasi menuju Pulau Sapeken dan tiba di sana sekitar pukul 22.00 WIB," kata dia.

Kronologi Hilangnya Kapal

Sebelumnya, saat proses pencarian petugas SAR menurunkan Tim KN SAR 234 Antasena dan telah memapelkan kejadian hilangnya “Zidane Express” kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian.

"Selain pemapelan kepada kapal-kapal, informasi kejadian hilangnya kapal kargo Zidane Express juga dimapelkan kepada beberapa pihak, seperti BP Migas, Pengeboran Maleo di selatan Pulau Sapudi dan Pengeboran Kangean Energy Indonesia atau KEI," kata Kepala Seksi (Kasi) Operasi Kantor SAR Surabaya I Wayan Suyatna.

Kantor SAR Surabaya bahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti Kantor SAR Denpasar, BPBD Kabupaten Sumenep, Syahbandar Kalianget, Syahbandar Sapeken, BP Migas, SROP Surabaya, VTS Surabaya dan potensi SAR lainnya.