Pakar Komunikasi Politik Sarankan Presiden Reshuffle Menteri yang Tak Becus Tangani Pandemi
Presiden Joko WIdodo (Foto: Tangkapan layar)

Bagikan:

SURABAYA – Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menyarankan, Presiden Joko Widodo perlu melakukan perombakan kabinet atau reshuffle menteri ataupun kepala badan yang tak mampu menangani pandemi. Melihat jumlah kasus COVID-19 belum dapat dikendalikan dan belum ada tanda-tanda menurun.

Saran Reshuffle Menteri di Tengah Pandemi

Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri harus menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien COVID-19 seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Saya menyarankan agar Presiden dan Wakil Presiden melakukan pertemuan khusus membahas kemungkinan melakukan reshuffle terhadap beberapa menteri dan Kepala Badan yang sehari-hari menangani aspek kesehatan, ketersediaan obat dan vaksin serta skema pembiayaan terkait COVID-19," ujar Emrus dalam pesan yang diterima VOI, Jumat, 16 Juli.

Diketahui, usai meninjau produksi PT Aneka Gas Industri, Jokowi mengakui bahwa kenaikan kasus COVID-19 masih terus terjadi dan telah menyebabkan kebutuhan oksigen nasional melonjak.

"Ini telah menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen nasional untuk pengobatan Covid baik itu yang berada di rumah sakit maupun yang berada di tempat isolasi," kata Jokowi, Jumat, 16 Juli.

Adapun menteri-menteri yang terlibat dalam penanganan COVID-19, diantara Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi yang juga Wakil Ketua KPC-PEN Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Serta kepala badan yang turun membantu penanganan pandemi. Seperti BNPB, Satgas COVID-19, BPOM.

Artikel ini telah tayang dengan judul Jokowi Disarankan Reshuffle Menteri dan Kepala Badan yang Tak Mampu Tangani COVID-19.

Selain terkait reshuffle menteri, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.