Alami Gangguan Psikis karena Pandemi? Tenang, Ada Layanan Pendampingan Psikologis Pemerintah
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Foto: dokumentasi BNPB)

Bagikan:

SURABAYA – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut masyarakat bisa menggunakan layanan pendampingan psikologis pemerintah apabila ada yang mengalami gangguan psikis akibat pandemi COVID-19 serta menunjang kesehatan mental.

Wiku menuturkan, masyarakat dapat mengakses aplikasi Sehat Jiwa dari Kementerian Kesehatan atau menghubungi hotline 119 ext 8 untuk konsultasi kejiwaan.

"Oleh karena itu pemerintah bermitra dengan beberapa organisasi lainnya termasuk himpunan psikologi indonesia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan psikologi Sejiwa atau Sehat Jiwa dengan menghubungi hotline 119 ext 8," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 Juli.

Layanan Pendampingan Psikologis Pemerintah untuk Kesehatan Mental

Wiku menyebut, layanan ini dibuat karena pemerintah menyadari terdapat beberapa orang yang kondisi kejiwaannya terdampak selama pandemi serta pembatasan mobilitasnya.

Mereka, kata Wiku, membutuhkan pendampingan psikologi akibat tekanan sosial dan ekonomi akibat pandemi.

"Fasilitas ini akan memberikan layanan psikologi untuk keluhan seperti kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, atau stress langsung dari para ahlinya dan diharapkan mampu membantu masyarakat untuk menjadi sehat secara menyeluruh," tutur Wiku.

Selain itu, pemerintah juga mulai membagikan 300 ribu paket obat beserta vitamin gratis untuk pasien isolasi mandiri COVID-19 khusus pulau Jawa dan Bali.

Dalam pembagian obat ini, pendistribusiannya ini akan dikoordinasikan oleh Hadi. Kemudian, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah sampai pemerintah desa, yang juga melibatkan puskesmas, Babinsa dan pengurus RT-RW.

Presiden Joko Widodo menegaskan, 300 ribu paket obat yang ia bagikan tidak diperjual belikan. "Paket obat isolasi mandiri ini tidak diperjualbelikan. Pasokannya disiapkan oleh Menteri BUMN yang diproduksi BUMN farmasi," ucap Jokowi.

Dari 300 ribu paket obat dan vitamin yang dibagikan tersebut, pemerintah membaginya menjadi tiga paket yaitu paket 1 berisi vitamin untuk warga dengan hasil PCR (polymerase chain reaction) positif tanpa gejala atau OTG.

Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. Paket 3 terakhir berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering.

Artikel ini telah tayang dengan judul Kabar Baik, Pemerintah Buka Layanan Pendampingan untuk Masyarakat yang Psikologisnya Terganggu akibat Pandemi.

Selain terkait layanan pendampingan psikologis pemerintah, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.