Empire Palace dan Sejumlah Tempat Rekreasi di Surabaya Disegel Satpol PP karena Langgar Prokes
Petugas Satpol PP Surabaya menyegel salah satu tempat rekreasi di Kota Surabaya, Minggu (6/2/2022). ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya

Bagikan:

SURABAYA - Sejumlah tempat rekreasi hiburan umum (RHU) di Kota Surabaya, Jawa Timur disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penyegelan tempat rekreasi di Surabaya itu dilakukan karena mereka melanggar protokol kesehatan (prokes).

"Kemarin (6/2), saya temukan pelanggaran, berdasarkan laporan warga di Empire Palace itu hanya ada tiga orang dari 3.000 peserta yang memakai aplikasi," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya dikutip Antara, Senin, 7 Februari.

Sejumlah Tempat Rekreasi di Surabaya Didenda Maksimal

Eddy mengatakan bahwa kegiatan tersebut melanggar prokes dan terkena denda maksimal.

Di ruangan pertemuan gedung tersebut, ia dan jajaran camat serta polsek setempat langsung bergerak cepat melakukan penyegelan.

"Kegiatan waktu itu tidak ada asesmennya. Yang kami segel bukan gedungnya, melainkan ruang pertemuannya," kata Eddy.

Banyak RHU Langgar Prokes

Untuk itu, Eddy memandang perlu peran dari kelurahan dan kecamatan dalam penerapan prokes.

Menurut dia, sejauh ini masih banyak beberapa RHU yang melanggar, salah satunya melanggar jam operasional di kawasan Tenggilis. RHU tersebut saat ini sudah ditutup oleh Camat Tenggilis.

"Kalau sampai ada yang melanggar, pasti kami tutup. Kami denda dan diberhentikan operasionalnya selama 7 hari serta membuat surat pernyataan sesuai dengan perintah Pak Wali Kota," katanya

Langkah Antisipasi Dilakukan

Eddy menjelaskan pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai langkah antisipasi sesuai instruksi Wali Kota Surabaya, di antaranya melakukan swab hunter, pengoptimalan aplikasi PeduliLindungi di tempat rekreasi hiburan umum (RHU), pengaturan jam buka tutup warung kopi (warkop), swalayan, kafe, dan lainnya.

"Kami telah mengirim surat ke kelurahan dan kecamatan se-Surabaya untuk melakukan giat rutin," katanya.