RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Siapkan Ruang Isolasi untuk Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Akhir Tahun
Ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Pamekasan, guna mengantisipasi lonjakan kasus baru setelah libur Natal dan Tahun Baru. (ANTARA/Abd Aziz)

Bagikan:

PAMEKASAN - Sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus positif COVID-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru, RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, Jawa Timur menyediakan ruang isolasi khusus.

Dalam ruangan tersebut ada puluhan bed yang bisa menampung pasien COVID-19.

"Ada 24 bed yang kami siapkan, untuk berjaga-jaga akan kemungkinan adanya lonjakan kasus baru setelah libur Natal dan Tahun Baru, sebagaimana tahun lalu," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat di Pamekasan, dilansir Antara, Kamis, 18 November.

Dari 24 ranjang pasien tersebut terdiri dari 20 tempat untuk pasien COVID bergejala ringan, sedangkan empat tempat sisanya untuk pasien COVID-19 bergejala berat.

RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Kerja Sama dengan RS Swasta

Tak sampai situ, pihak RSUD Pamekasan juga menyiapkan sejumlah rumah sakit swasta di Pamekasan. Hal itu dilakukan agar mereka juga bisa menerima pasien COVID-19 apabila terjadi lonjakan dan ruang isolasi yang tersedia di RSUD Pamekasan tidak mampu menampung pasien COVID-19.

"Langkah ini kami lakukan, karena kami tidak ingin ada pasien yang tidak tertangani dengan baik, sehingga pada akhirnya meninggal dunia sebagaimana pernah terjadi sebelumnya," kata Yayak, sapaan karib dr Syaiful Hidayat ini.

Pihak RSUD Pamekasan juga telah memberikan pelatihan dan teknik penanganan pasien COVID-19, sehingga dengan demikian rumah sakit swasta juga bisa menangani pasien COVID-19.

Di ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Pamekasan itu sudah tidak ada pasien yang menjalani perawatan.

Menurut Yayak, kondisi itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir, seiring dengan melandainya kasus baru COVID-19.

Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat patuh pada protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Yang juga tidak kalah pentingnya adalah vaksin, karena suntik vaksin gratis yang dicanangkan pemerintah ini dalam rangka untuk meningkatkan kekebalan komunitas, sebagai salah satu antisipasi mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan merilis, jumlah warga Pamekasan yang divaksin COVID-19 di kabupaten ini, baru sekitar 27 persen dari total jumlah penduduk, sehingga program vaksinasi tetap dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung rumah-rumah warga.