APBD Jatim "Nganggur" di Bank Rp25 Triliun, Jadi yang Tertinggi di Indonesia
Gubernur Khofifah meraih penghargaan Percepatan Pembangunan Desa Tahun 2021 dari Kementerian Desa PDTT-FOTO VIA ANTARA.

Bagikan:

SURABAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saldo Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengenda di bank. Saat memaparkan realisasi APBN beberawa waktu yang lalu, Menkeu mengatakan bahwa APBD Jatim yang berada di bank mencapai Rp25,8 triliun pada akhir Mei 2022. Angka tersebut jadi yang tertinggi se-Indonesial.

Paparan Menkeu Terkait APBD Jatim

Sri Mulyani menilai hal itu sejalan dengan tren simpanan pemda secara keseluruhan yang mencatatkan kenaikan pada bulan lalu.

“Posisi dana pemda di perbankan pada Mei 2022 tercatat berjumlah Rp200,7 triliun atau naik sekitar 4,7 persen (Rp9,1 triliun) dari posisi bulan April 2022,” ujarnya.

Sementara jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy), terjadi peningkatan 16,3 persen (Rp28,2 triliun) dari Mei 2021.

Simpanan Tertinggi Kedua

Menkeu menambahkan, daerah tertinggi kedua dengan saldo mengendon terbanyak ditempati Jawa Tengah (Jateng) yang sekitar Rp20 triliun.

“Kenaikan saldo dana pemda di perbankan ini salah satunya disebabkan oleh belum optimalnya realisasi belanja daerah sampai dengan Mei 2022,” tutur dia.

Simpanan Terendah 

Jika wilayah Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjadi yang tertinggi di Indonesia, maka daerah dengan simpanan terendah di bank diduduki oleh Provinsi Sulawesi Barat dengan catatan dana APBD sebesar Rp1,1 triliun.

Bendahara negara juga menyoroti perihal realisasi belanja APBD yang baru sebesar Rp241,1 triliun dari pagu anggaran Rp1.152,2 triliun. Torehan itu malahan lebih rendah dari serapan Mei 2021 yang sebesar Rp266,1 triliun.

“Realisasi belanja fungsi ekonomi, kesehatan, dan perlinsos tumbuh rendah. Hal ini sejalan dengan semakin menurunnya kasus COVID-19 yang berimplikasi terhadap realisasi belanja tidak terduga,” tutup Menkeu Sri Mulyani.