10 Tips Mengatasi Iritasi Kulit Karena Gunakan Retinol untuk Jerawat
Ilustrasi tips mengatasi iritasi kulit (Kate_Sept2004/Istockphoto)

Bagikan:

SURABAYA - Salah satu cara mengatasi jerawat di wajah adalah dengan retinol. Bahkan, beberapa orang menggunakan retinol sebagai rutinitas skincare dan bagian dari cara merawat kulit. Sayangnya, retinol kerap membuat kulit jadi iritasi. Tak perlu khawatir, Anda bisa menerapkan tips mengatasi iritasi kulit karena retinol.

Tips Mengatasi Iritasi Kulit

Dilansir dari Beautyfied, Kamis, 2 Juni, dermatology menjelaskan bahwa retinol tak hanya mempercepat pergantian sel kulit, namun juga membuat kulit tersumbat, berjerawat, hingga mengelupas pada fase penyesuaian.

Di tahap inilah purging karena retinol terjadi. Lalu, bagaimana apa saja tips dan cara mengatasinya?

1. Jangan Berhenti Pakai Retinol Seutuhnya

Saat melihat wajah breakout setelah pakai retinol, mungkin Anda langsung berpikir untuk berhenti menggunakannya. Padahal, ini sebaiknya tidak Anda lakukan. Menghentikan pemakaian retinol justru menghambat progress yang sedang berlangsung. Yang ada malah Anda harus mulai dari awal untuk memperbaikinya. Tenang, purging karena retinol merupakan efek samping sementara dan ini hal yang wajar.

2. Kurangi Intensitas Pemakaian

Purging karena retinol bisa diatasi dengan mengurangi frekuensi pemakaiannya. Jika diperlukan, kurangi pemakaiannya dari setiap hari menjadi tiga kali seminggu agar kulit dapat menyesuaikan diri. Saat sudah terbiasa dengan frekuensi tersebut, tingkatkan lagi penggunaannya menjadi 4-5 kali seminggu.

3. Gunakan tipis-tipis

Seberapa banyak retinol yang perlu diaplikasikan dalam sekali pakai? Semakin sedikit, semakin baik. Pakai banyak justru menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan iritasi. Jadi, pakai tipis-tipis saja. Terutama jika baru pertama pakai.

4. Kurangi Kepekatan Retinol

Meski retinol adalah kandungan yang cukup berat, kulit sensitif masih bisa memakainya. Caranya, kurangi kepekatan produknya dengan cara mencampur retinol bersama moisturizer. Lalu, aplikasikan bersamaan.

Pakai Moisturizer Terlebih Dahulu

Alternatif lain selain mencampur retinol dan moisturizer adalah dengan pakai moisturizer dulu. Ini berguna memberi lapisan pelindung sebelum kulit berkontak langsung dengan retinol. Karena seperti yang kita tahu, retinol mudah buat kulit iritasi. Tenang saja, cara seperti ini tidak mengurangi manfaat retinol.

5. Minimalkan Rutinitas Skincare

Merupakan bahan aktif, retinol memang tidak bisa dipakai sembarangan. Termasuk bagaimana cara memakainya bersama skincare lain. Pastikan Anda tahu kandungan skincare apa saja yang tidak boleh dipakai bersamaan dengan retinol. Namun, selalu pasangkan retinol dengan moisturizer yang dapat mempercepat “penyembuhan” kulit.

6. Kurangi Kepekatan Retinol

Meski retinol adalah kandungan yang cukup berat, kulit sensitif masih bisa memakainya. Caranya, kurangi kepekatan produknya dengan cara mencampur retinol bersama moisturizer. Lalu, aplikasikan bersamaan.

7. Pakai Moisturizer Terlebih Dahulu

Alternatif lain selain mencampur retinol dan moisturizer adalah dengan pakai moisturizer dulu. Ini berguna memberi lapisan pelindung sebelum kulit berkontak langsung dengan retinol. Karena seperti yang kita tahu, retinol mudah buat kulit iritasi. Tenang saja, cara seperti ini tidak mengurangi manfaat retinol.

8. Perkuat Skin Barrier

Memiliki manfaat super, retinol juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Maka dari itu, jangan pernah lewati pemakaian moisturizer bahkan jika kulit Anda berminyak. Moisturizer membantu mengurangi pengelupasan kulit selama proses purging. Dermatolog sarankan pilih moisturizer dengan kandungan ceramide, hyaluronic acid, atau glycerine untuk menjaga kelembapan – kunci utama memperkuat skin barrier.

9. Selalu Pakai Sunscreen

Retinol sensitif terhadap sinar matahari karena kinerjanya dalam mempercepat pergantian sel. Maka sebaiknya selalu pakai sunscreen di siang hari. Jangan lupa juga untuk reapply sunscreen setiap dua jam.