Bikin Ketagihan, Ketahui 5 Manfaat Pijat untuk Tubuh
Ilustrasi manfaat pijat untuk tubuh (Freepik/Valuavitaly)

Bagikan:

SURABAYA - Pijat diyakini sebagai salah satu cara untuk membuat tubuh kembali segar. Banyak yang percaya bahwa pijat mampu mengembalikan kesehatan dan energi yang terkuras setelah menjalani kegiatan yang menumpuk. Manfaat pijat ini yang kemudian banyak disukai masyarakat.

Meski tak ada alasan spesifik melakukan pijat, orang Indonesia meyakini bahwa pijat dilakukan untuk meredakan rasa pegal tubuh akibat kelelahan.

Manfaat Pijat

Menurut Beret Loncar, terapis pijat berlisensi di NYC, mengatakan bahwa apa yang dipercaya tentang pijat tak sepenuhnya benar Hal itu karena sebagian besar dari spa atau klinik pijat mengiklankan informasi yang tidak akurat.

Ada efek yang bisa dirasakan tubuh setelah dipijat, yakni sebagai berikut.

1. Kurangi stres

Pijat dirancang untuk membuat Anda rileks, dilansir Romper, Selasa, 9 Agustus. Faktanya, sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Scientific Reports mengukur dan mengkonfirmasi bahwa hanya dengan 10 menit pijatan memberikan efek secara psikologis dan fisiologis. Ini karena pijatan terbukti mengaktifkan sistem saraf parasimpatis.

2. Penurunan tempo detak jantung

Bukti lain menunjukkan bahwa pijat menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Keduanya membantu dalam pemulihan kardiovaskular yang lebih besar. Loncar mencohtohkan pijat khas Swedia yang umumnya mengirim pesan ‘istirahat dan cerna’ secara biologis. Ini akan membantu mengatus saraf sistem otonom, yang masih berkaitan dengan stres.

Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard, menemukan bahwa pijat terbukti mempercepat pemulihan otot dan da hubungan yang jelas antara stimulasi mekanis (pijatan) dan fungsi kekebalan tubuh.

3. Mengurangi rasa sakit

Inti dari pijatan adalah membut tubuh Anda rileks. Namun, secara lebih mendalam terbukti bahwa pijat membantu Anda bersantai. Lebih spesifik lagi, pihat membantu Anda meredakan rasa sakit.

“Asalkan dilakukan dengan benar, dan pijatannya tidak terlalu dalam, pijatan bisa menjadi pereda nyeri yang sangat baik,” tambah Loncar.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Pain Medicine tahun 2016 juga menyimpulkan, bahwa terapi pijat merupakan pilihan yang direkomendasikan sebagai manajemen nyeri. Misalnya, pijat setelah melahirkan atau pijat partum yang menawarkan kelegaan dari nyeri sendi, otot yang meregang, dan membantu menyeimbangkan kondisi emosional.

4. Bangun kesadaran sensorik

Pijat melibatkan sentuhan, ini berarti bekerja pada kesadaran sensorik Anda. Loncar menjelaskan, ada kemungkinan proses kesadaran kompleks terjadi pada saat pijat. Mirip seperti meditasi sensorik yang membuat Anda berfokus pada tubuh dan pikiran Anda.

5. Mendeteksi masalah kesehatan tertentu

Ketika menerima pijatan dari terapis berlisensi yang terlatih dalam bidang patologi, studi tentang penyebab, efek penyakit, dan cedera, mereka bisa membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan sebelum Anda menyadarinya.

Itulah hal secara fisik maupun psikologis yang dialami ketika pijat. Tetapi karena setiap orang memiliki riwayat kesehatan masing-masing, respons terhadap pijatan mungkin akan sedikit berbeda.