Wapres Ma'ruf Amin Minta Muktamar NU ke-34 Digelar Tanpa Kegaduhan
Pertemuan pengurus PBNU dan Wapres Ma'ruf Amin (ANTARA)

Bagikan:

SURABAYA - Menjelang Muktamar NU ke-34, Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan agar seluru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan dengan damai tanpa ada kegaduhan. Pesan tersebut disampaikan Rais Syuriah NU Jakarta K.H. Manarul Hidayat usai menemui Wapres Ma’ruf bersama sejumlah pengurus PBNU lain di kediaman resmi Wapres, Jakarta, Rabu, 24 November.

"Beliau (Wapres Ma’ruf Amin) memberikan nasihat kepada kami agar Muktamar yang akan datang dapat berjalan dengan baik, dengan damai. Di samping (memberikan) maslahat untuk seluruh warga NU, juga manfaat untuk NKRI," jelas Manarul dikutip Antara.

Muktamar NU Mengedepankan Akhlakul Karimah

Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai Mustasyar PBNU juga meminta agar semua pengurus dan warga nahdiyin agar menghormati setiap kesepakatan di internal NU.

"Pak Wapres selalu mendoakan mudah-mudahan muktamar ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan keputusan yang sudah diputuskan sehingga tidak ada kegaduhan, tidak ada ketidakamanan, tetap tenang," ujarnya.

Selain itu, Wapres selaku Ketua Dewan Etik Muktamar Ke-34 NU juga meminta agar penyelenggaraan muktamar mengedepankan akhlakul karimah.

"NU didirikan oleh para ulama dan para kiai maka dalam muktamar pun tetap mengedepankan akhlakul karimah," ujarnya.

Proses Persidangan dan Pemilihan Harus Kedepankan Musyawarah

Sebelumnya, Ma’ruf Amin berpesan agar Muktamar Ke-34 NU berjalan dengan mengutamakan musyawarah sehingga menciptakan kondisi sejuk dalam pemilihan berbagai jabatan di PBNU.

"Semua proses persidangan dan pemilihan nanti harus mengedepankan musyawarah. Kedepankan dahulu musyawarah sehingga suasananya sejuk," kata Ma’ruf Amin.

Dalam pemilihan rais aam, Ma’ruf Amin meminta mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) tetap dijalankan.

Terkait dengan pemilihan ketua umum, lanjut dia, prosesnya harus dilakukan melalui pemungutan suara oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

"Musyawarah untuk mencapai mufakat. Kalau tidak bisa, baru lakukan pemungutan suara," ujar Ma’ruf Amin.

Selain K.H. Manarul Hidayat, hadir dalam pertemuan tersebut ialah Ketua PBNU Kalimantan Timur K.H. Farid Wadjdi, A’Wan PBNU Purwakarta K.H. Abun Bunyamin, Mustasyar PBNU Jatim K.H. M. Anwar Mansur dan Rois Syuriah PWNU Lampung K.H. Muhsin Abdillah.

Selain itu ada pula Mustasyar Banten K.H. Muhtadi Dimyati, K.H. Abdul Kadir Karim (NTT), K.H. Kharis Shodaqoh (Jawa Tengah), serta H. Mohammad Letter.