SURABAYA - Sejumlah desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terendam air. Tidak hanya merendam rumah, banjir membuat aktivitas warga terganggu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Slamet Turmudi menjelaskan bahwa banjir tersebut menggenangi empat desa di Kecamatan Grogol yaitu Desa Jatirejo, Gambyok, Grogol, dan Wonoasri.
BACA JUGA:
"Banjir ini karena curah hujan yang cukup tinggi. Hulunya kan di Gunung Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut) lalu ke sungai di bawahnya. Karena sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluber," ucapnya di Kediri dikutip Antara, Kamis, 20 Januari.
Banjir Masuk Rumah Warga
Ia menjelaskan hujan terjadi mulai sore hingga malam. Sedang ketinggian air mencapai 10 sentimer dan memenuhi jalan raya hingga masuk ke dalam rumah warga. Ketinggian di areal sawah lebih tinggi lagi, sehingga tanaman petani pun terendam.
Slamet mengatakan, sebenarnya petugas sudah melakukan normalisasi dua sungai yang melewati empat desa itu, antara lain Sungai Bendo Mongol serta Sungai Krosok. Namun, tingginya curah hujan membuat debit air tidak mampu tertampung ke sungai.
"Sebenarnya kami sudah melakukan normalisasi sungai, tapi karena curah hujan tinggi, debit airnya juga tinggi. Air ini juga kiriman dari Nganjuk," kata dia.
Pihaknya terus memantau perkembangan banjir di beberapa desa Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri tersebut. Anggota juga siaga jika sewaktu-waktu memerlukan evakuasi, karena banjir.
"Dari informasi yang kami terima, airnya sudah mulai surut. Namun, kami tetap siaga," kata dia.
Warga Diminta Waspada
Pihaknya mengimbau warga agar waspada. Jika debit air semakin tinggi, warga diimbau untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Namun, ia berharap hujan segera reda, sehingga air bisa cepat surut dan warga tidak perlu mengungsi.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi mengatakan ia sudah meminta anggotanya untuk siaga membantu warga terdampak banjir. Selain di Kecamatan Grogol, banjir juga melanda Kecamatan Banyakan, yang merupakan wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Menurut dia, banjir tersebut terjadi karena limpahan air dari atas pegunungan. Saat ini, dari laporan yang diterimanya banjir sudah mulai surut.
"Banjir ini merupakan limpahan air dari atas pegunungan, disebabkan curah hujan yang cukup tinggi mulai siang hingga pukul 19.00 WIB ini. Semua petugas dari TNI-Polri dan BPBD telah disebar di berbagai simpul untuk mengurai air. Laporan yang kami terima saat ini perlahan-lahan banjir mulai surut," kata Kapolres Kediri Kota.
Warga Siap Mengungsi
Sementara itu, sejumlah kendaraan juga menjadi mogok setelah melewati banjir tersebut. Petugas membantu mendorong kendaraan yang mogok ke lokasi yang bebas banjir.
Sedangkan, sejumlah warga mulai bersiap mengungsi sebab air semakin tinggi sekitar bagian paha orang dewasa. Petugas pun juga siap membawa perahu karet, guna mengevakuasi warga.
Artikel ini telah tayang dengan judul Banjir Landa Desa di Kecamatan Grogol Kediri.