Bantuan Negara Barat untuk Ukraina Ternyata Punya Maksud Terselubung, Presiden Volodymyr Zelenskiy: Itu Tidak Gratis!
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. (Wikimedia Commons/President.gov.ua)

Bagikan:

SURABAYA - Bantuan negara barat untuk Ukraina untuk menghadapi perang dengan Rusia ternyata tak gratis. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Menurutnya, bantuan dari negara-negara Barat untuk Ukraina tidak gratis.

Bantuan Negara Barat untuk Ukraina

Salah satu negara yang membantu adalah Amerika Serikat bersama sejumlah negara sekutu yang menyumbang bantuan untuk Ukraina, termasuk bantuan fasilitas dan infrastruktur militer. Adapun bantuan yang diberikan berupa persenjataan, helm, hingga rompi anti-peluru.

Selain AS dan negara Barat, Ukraina juga mendapat bantuan dari negara Asia seperti jepang yang mengirimkan rompi anti-peluru dan helm militer.

"Uang yang dialokasikan oleh Eropa dan negara-negara lain dihabiskan hanya untuk bantuan kemanusiaan atau senjata," ucap Presiden Zelenskiy seperti melansir TASS 14 Maret.

"Terkadang kami menerima senjata secara langsung, tetapi Anda harus memahami bahwa segala sesuatu ada harganya," jelasnya.

"Setiap kali uang yang kami dapatkan disebutkan, yah, semuanya dibayar, itu tidak gratis," sambung Presiden Zelenskiy.

Ukraina Bergabung dengan Serikat Pekerja

Di akhir Februari, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky meminta Uni Eropa untuk membiarkan negaranya bergabung dengan serikat pekerja segera. Permohonan Ukraina untuk keanggotaan Uni Eropa di bawah prosedur yang dipercepat telah diterima, didaftarkan dan sedang dipertimbangkan, kata Kepala Kantor Presiden Ukraina Andrey Yermak pada 1 Maret.

Sementara itu, para kepala negara dan pemerintah Uni Eropa, yang berkumpul untuk pertemuan puncak informal di Versailles Prancis, menyatakan solidaritas mereka dengan Ukraina dalam sebuah pernyataan bersama, tetapi tidak memberikan status kandidat ke Kiev.

Uni Eropa Jalin Kedekatan Dengan Ukraina

Menurut pernyataan terakhir, Uni Eropa akan terus memperkuat hubungannya dengan Ukraina, yang termasuk dalam 'keluarga Eropa'. Namun, menurut Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, proses aksesi Ukraina ke UE dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky juga mengatakan, baik Rusia maupun Negara Barat harus memberikan jaminan keamanan kepada negaranya.

"Selain dari Federasi Rusia, jaminan keamanan juga harus diberikan oleh para pemimpin lain," ungkapnya.

Ukraina Butuh Jaminan Keamanan

Lebih jauh, Presiden Ukraina juga menerangkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak menawarkan perlindungan kepada negaranya.

"Yang kita butuhkan saat ini bukanlah kata-kata, tetapi jaminan keamanan dari negara-negara dan serikat-serikat negara yang mampu menyediakanny. Kami tidak ingin mengobarkan perang lagi," tukas Presiden Zelenskiy.

Artikel ini telah tayang dengan judul Akui Bantuan Barat Tidak Gratis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy: Segala Sesuatu Ada Harganya.