Dinyatakan Gugur, Tetangga dan Keluarga Serda Pandu Gelar Doa Bersama
Doa bersama dan tahlil di rumah duka Serda Ede Pandu Yudha Kusuma di Perumahan Flamboyan, Banyuwangi (ANTARA Jatim/Novi Husdinariyanto)

Bagikan:

Banyuwangi – Keluarga Serda Ede Pandu Yudha Kusuma menggelar doa dan tahlil bersama dengan warga setempat. Acara tersebut diadakan di Perumahan Flamboyan, Kecamatan Soboh, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 25 April, malam.

Kegiatan tersebut digelar setelah Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan laut utara Bali. Sedangkan 53 awak kapal dinyatakan gugur.

Keluarga Serda Pandu Tak Punya Firasat Apapun

Rumah kedua orang tua Serda Pandu nampak didatangi sanak keluarga dan tetangga secara bergiliran untuk mengucap bela sungkawa.

Almarhum Pandu sendiri merupakan putra bertama dua bersaudara dari pasangan suami istri Wahyudi dan Sri Endah Lestari. Ia juga belum lama menikahi wanita pujaannya, Mega Dian Pratiwi (23).

“Sejauh ini tidak ada firasat apapun, mimpi apapun juga tidak. Bahkan, pada Minggu (18/4) saya masih sempat video call. Selama ini Pandu ketika hendak layar (tugas di kapal selam) selalu pamit dan izin menelpon kepada ibunya," tutur sang ayah, dilansir dari Antara.

Serda Pandu gugur saat bertugas bersama kru KRI Nanggala-402 dalam latihan militer di perairan laut bagian Utara Bali.

Selain terkait gugurnya Serda Pandu, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.