Kabar Gempa Bali Terbaru: 269 Rumah Warga Rusak Berat dan Beberapa Orang Meninggal
Kepala BNPB Doni Monardo mengunjuni lokasi gempa Bali (Foto: dokumentasi BNPB)

Bagikan:

SURABAYA - Gempa yang terjadi di Bali pada Sabtu lalu cukup menuai perhatian masyarakat. Hingga saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan. Berdasarkan kabar gempa Bali terbaru, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pencatatan dari dampak bencana alam tersebut.

Rincian Kerusakan Rumah

Berdasarkan data yang diperbarui, Minggu, 17 Oktober pukul 16.20 WIB, ada 269 rumah rusak berat akibat gempa Bali tersebut. Anka tersebut meliputi 243 rumah rusak berat berada di Kabupaten Karangasem dan 26 rumah di Kabupaten Bangli. Di Karangasem teradapat 300 rumah rusak ringan dan 3 rumah rusak sedang.

Tak hanya rumah, kerusakan berat juga menimpa 21 unit pelinggih atau bangunan suci, 6 paseh dan 2 candi. Satu candi lainnya rusak ringan.

Di Bangli juga terdapat 9 rumah rusak sedang dan 2 rusak ringan. Tak hanya itu, fasilitas umum dan aset warga yang juga terdampak antara lain kantor desa 1 unit, puskesmas 1, bumdes 1, rumah ibadah 2, dapur 2 dan MCK 2.

"Merespons penanganan darurat pascagempa, Bupati Karangasem telah menetapkan surat keputusan tanggap darurat dengan nomor 328/HK/2021. Status tanggap darurat berlaku 7 hari, terhitung tanggal 16 hingga 22 Oktober 2021," kata Plt. Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin, 18 Oktober.

Korban Jiwa dalam Gempa Bali 

Gempa ini juga mengakibatkan 1 warga meninggal dunia, 6 luka berat dan 69 luka ringan di Karangasem. Sementara di Bangli, tercatat 2 warga meninggal dunia, 2 luka berat dan 5 luka ringan.

Sebagai informasi, terjadi gempa bumi magnitudo 4,8 di Bali pada Sabtu lalu pukul 03.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa magnitudo 4,8 berpusat pada kedalaman 10 kilometer barat laut.