4 Tips Meningkatkan Gairah Bercinta dengan Pasangan
Ilustrasi meningkatkan gairah bercinta (Kampus Production/Pexels)

Bagikan:

SURABAYA - Dalam sebuah relationship, hubungan seksual memegang peran yang spesial. Sayangnya seiring dengan durasi pernikahan yang semakin lama membuat gairah bercinta makin berkurang. Lalu, adakah cara meningkatkan gairah bercinta?

Psikoterapis sekaligus ahli seks edukasi, Dr. Jenn Mann, melansir WomanTalk, Kamis, 25 November, punya saran yang akan membantu kehidupan seksual Anda. Menurutnya, ada hal bisa dilakukan saat gairah bercinta turun, yakni sebagai berikut.

Kenang ingatan romantis

“Ketika saya bertanya kepada seorang klien wanita berusia akhir 20-an yang libidonya sedang turun, apa yang dilakukan saat bersiap-siap berkencan ketika dia dan pasangannya pertama kali bertemu, dia memberi saya daftar panjang. Namun, pemikiran itu membuatnya jadi bersemangat karena akhirnya terpikirkan beberapa posisi seks yang belum pernah dia coba,” ujar Dr. Jenn.

Bangun mood

Bisa dilakukan dengan membaca novel-novel erotis atau menonton film porno, lalu luangkan waktu untuk berfantasi. Sebuah studi baru-baru ini melaporkan, pembaca novel erotis melakukan hubungan seks 74 persen lebih sering dan lebih puas dengan seks mereka daripada yang tidak melakukannya.

Do the sex

Mungkin terkesan seperti pemaksaan jika seks dilakukan saat Anda tidak bergairah. Namun, saat melakukannya, Anda baru akan tersadar bahwa Anda ternyata masih bergairah untuk berhubungan seks dengan pasangan. Ketika Anda tidak melakukan hubungan seks sebentar saja, kadar testosteron akan turun sementara itu adalah adalah penyumbang besar dorongan seksual. Jadi, jangan malas untuk mencoba tetap bercinta dengan pasangan meski Anda merasa tidak bergairah.

Cek ke dokter

Terakhir, jika semua cara tersebut tidak juga membantu, Dr. Jenn menyarankan untuk cek dokter. “Pernah ada pasangan muda datang ke kantor saya yang berjuang karena libido rendah suaminya. Saya menyarankan uji kadar hormonnya dan ketika dia melakukannya, dia di diagnosis dengan testosteron rendah. Setelah diresepkan suntikan testosteron, gairahnya kembali tinggi,” ujarnya.