7 Langkah Menyimpan Tahu dan Tempe Secara Benar Agar Tak Mudah Basi dan Bisa Diolah Lagi
Ilustrasi simpan tempe dan tahu agar tahan lama (Pexels/Cottonbro)

Bagikan:

SURABAYA – Tempe dan tahu jadi produk makanan yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, baik dari kalangan bawah hingga atas. Bahkan olahan kedelai tersebut jadi salah satu produk kuliner nusantara yang melegenda. Banyak yang menyimpan tempe dan tahu untuk dimasak sewaktu-waktu. Lalu, bagaimana langkah menyimpan tempe dan tahu yang benar?

Cara menyimpan tempe dan tahu yang keliru akan membuatnya cepat busuk. Rasanya pun tidak enak dan berpotensi tak bisa dimasak lagi. Ikuti langkah berikut ini agar tempe dan tahu bisa diolah kapan saja.

1. Usahakan pilih tanggal produksi terbaru

Kualitas dan ketepatan peragian menentukan awet tidaknya disimpan. Apabila berencana menyimpan tempe dalam waktu maksimal seminggu, pilih beli tempe yang masih kedelai. Begitupun ketika menyimpan tahu, pilihlah kualitas tahu yang baik dan paling baru tanggal produksinya. Ini membantu Anda bisa menyimpannya lebih lama.

2. Turunkan suhu dahulu

Sebelum menyimpan tempe dalam kulkas, Anda bisa mengecek dulu suhunya. Apabila suhu tempe hangat, diamkan sementara waktu di ruangan terbuka. Setelah tempe menyesuaikan dengan suhu ruangan dan tidak hangat lagi, baru dimasukkan ke lemari pendingin.

Langkah ini perlu dilakukan, sebab apabila saat suhu hangat dan dipaksa masuk ke kulkas rasanya akan menurun. Bahkan tempe akan lebih cepat membusuk.

3. Simpan utuh

Apakah Anda sering menyimpan tempe dengan sudah dipotong agar siap diolah keesokan harinya? Lebih baik, simpan tempe dalam keadaan utuh. Apabila dipotong kemungkinan besar akan mengering dan tidak berkualitas optimal.

4. Simpan dalam wadah kedap udara

Baik tempe maupun tahu, disarankan untuk disimpan dalam wadah kedap udara. Tujuannya, karena tahu bisa menyerap aroma dari sekitarnya, maka wadah kedap udara tidak merusak otentisitas rasa dan aroma tahu.

5. Buang air tahu

Sebelum menyimpan dan memindahkan tahu dari kemasan ke wadah penyimpanan, cuci dahulu hingga bersih. Hindari menyimpannya dengan air sekaligus kemasan yang sama saat membeli.

Karena teksurnya lembut, cuci perlahan hingga bersih. Wadahkan pada tempat kedap udara dan simpan.

6. Simpan dan rendam air bersih

Menyimpan tahu dan tempe di freezer perlu dihindari. Lagi yang perlu dihindari, menyimpan tahu tanpa air atau menyimpannya kering. Ini justru membuat tahu menguning, berjamur, dan cepat membusuk meski disimpan dalam lemari pendingin.

Langkah menyimpannya, pada wadah kedap udara, rendam tahu dengan air bersih. Pastikan mengganti airnya secara berkala agar tahan lebih lama.

7. Cara menyimpan tahu agar tahan lama tanpa kulkas

Langkah menyimpan tahu tanpa dimasukkan dalam kulkas, pada dasarnya sama dengan disimpan dalam kulkas. Yang perlu dilakukan, pastikan cuci bersih, simpan dalam wadah kedap dan bersih, serta rendam air bersih.

Selain langkah tersebut, Anda bisa merebus dahulu tahu dengan air dicampur garam. Setelah air mendidih selama kurang lebih 6-10 menit, angkat dan tiriskan. Biarkan suhu menurun dan terakhir rendam dengan air bersih.

Cara ini bisa membuat tahu lebih awet disimpan tanpa kulkas, bahkan apabila rutin mengganti air dan suhu tetap stabil bisa bertahan hingga 1 minggu.

Artikel ini telah tayang dengan judul Supaya Tempe dan Tahu Awet, Begini 7 Langkah Menyimpannya.

Selain terkait menyimpan tahu dan tempe, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.