Pemkot Minta Maaf karena Wali Kota Malang Sutiaji Terobos Pantai Saat PPKM, Polisi Tetap Periksa Saksi
Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono/IST

Bagikan:

MALANG – Penerobosan rombongan sepeda Wali Kota Malang Sutiaji tetap diselidiki polisi. Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Kapolres Malang AKBP Raden Bagoes Wibisono. Ia mengatakan para pejabat tersebut diduga memaksa masuk ke kawasan Pantai Kondangmerak yang masih tutup di masa PPKM.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan para saksi,” ujar Bagoes kepada wartawan, Senin, 20 September.

Nantinya, pihaknya akan meminta keterangan dari perwakilan rombongan gowes para pejabat Pemkot Malang. Hingga saat ini, terkait izin yang diajukan saat masuk ke pantai belum dapat dipastikan karena masih proses penyelidikan.

‘”Yang jelas kalau izin ke pihak kepolisian tidak ada, tapi kalau mereka izin ke pihak lain saya belum tahu. Jadi sampai ini, belum bisa dikatakan apa sudah mengantongi izin atau belum. Yang jelas sesuai regulasi, tempat wisata belum boleh buka,” paparnya.

Pemkot Minta Maaf atas Penerobosan Wali Kota Malang Sutiaji

Insiden Wali Kota Malang Sutiaji dan rombongan gowes sebelumnya viral di media sosial lantaran kawasan pantai yang dimasuki masih dinyatakan tutup selama masa PPKM Level 3. 

Atas hal ini, Pemkot Malang meminta maaf dan berjanji akan mematuhi prosedur hukum yang berjalan.

“Atas kejadian tersebut kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan mengikuti alur proses hukum yang ada," kata Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso kepada wartawan, Senin, 20 September.

Menurutnya ada kesalahpahaman karena pihaknya telah melakukan pengajuan izin sejak 2 hari sebelumnya. Hanya saja mungkin terkendala sinyal sehingga pesan izin itu tidak tersampaikan.

“Jadi ada miskomunikasi karena sinyal, lalu juga miskoordinasi antar petugas jaga. Setelah dialog kemarin sebenarnya sama petugas juga sudah diberi izin transit 60 menit. Itu kita istirahat dan loading sepeda ke atas pikap,” jelas Erik.

Karenanya, Pemkot Malang menegaskan tak ada unsur paksaan masuk ke pantai. Sejumlah prosedur sudah dilakukan, namun ternyata menuai perdebatan.

“Sebenarnya semua sudah kami lakukan hanya saja ini proses-proses yang dilematis. Terlepas dari itu, kami memohon maaf sedalam-dalamnya kepada pengelola Kondangmerak, Forkopimcam dan masyarakat terkait kejadian ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang dengan judul Polisi Periksa Saksi soal Wali Kota Malang Sutiaji dan Rombongan Gowes ‘Terobos’ Pantai yang Tutup karena PPKM.

Selain terkait Wali Kota Malang Sutiaji, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.