Kucing Tabby Berpola Bulu M Lebih Menggemaskan Namun Berkarakter Agresif, Benarkah?
Ilustrasi kucing tabby (Pexels/Matt A)

Bagikan:

SURABAYA - Bagi Anda pecinta kucing tentu tak asing dengan kucing tabby. Hewan peliharaan menggemaskan itu sering disebut berkarakter agresif dibanding jenis kucing lain. Selain itu, kucing tabby yang memiliki tanda ‘M’ di keningnya juga dianggap lebih pemalas. Benarkah anggapan tersebut?

Pola Bulu pada Kucing Tabby

Patut diketahui bahwa ada anggapan yang mengatakan bahwa tingkat agresif kucing bisa diketahui dari pola bulu yang dimiliki. Hal ini yang mungkin memicu anggapan pola tanda 'M' pada kucing tabby.

Para peneliti, dilansir The Cat Site, Rabu, 13 Juli, mencoba mencari tahu untuk menentukan apakah warna dan pola bulu berperan dalam kecenderungan kucing untuk berperilaku agresif.

Studi dilakukan oleh University of California, dengan melakukan survei pada pemilik kucing dan menganalisis hasilnya. Mereka menunjukkan bahwa tidak ada kelompok kucing tertentu yang lebih agresif daripada yang lain. Lantas mengapa kucing tabby menggigit, mencakar, dan berperilaku agresif?

Fakta Cakar dan Gigi Kucing

Kucing memiliki cakar dan gigi yang kadang digunakan bahkan untuk berinteraksi dengan pemiliknya. Banyak sekali alasan kenapa kucing melakukan hal tersebut, dan itu tidak terkait dengan pola atau warna bulunya.

Sementara, beberapa kucing menggigit untuk bermain dan cara mereka berkomunikasi. Oleh karena itu, penyayang hewan peliharaan kucing, perlu mengetahui gaya anabulnya dalam berinteraksi.

Misalnya, jika Anda mengelusnya sebelum menggigit tangan Anda, mungkin mereka memberitahu bahwa mereka ingin Anda berhenti mengelusnya. Sebaliknya, jika Anda sibuk dan tiba-tiba anabul menggigit Anda, mungkin merupakan cara mereka untuk mendapatkan perhatian Anda.

Kucing Tabby Oranye

Lantas kenapa kucing tabby berwarna oranye dianggap suka malas-malasan? Ini merupakan reputasi budaya pop yang dilekatkan pada mereka.

Tokoh Garfield contohnya, seekor kucing oranye ini menghabiskan harinya untuk tidur dan setengah hari lainnya untuk makan. Faktanya, kucing memang menghabiskan setengah harinya untuk tidur karena ia menyimpan energi untuk ‘berburu’ pada malam hari.

Sementara pemikiran bahwa kucing tabby lebih penyayang, merupakan generalisasi positif tetapi tidak akurat menurut sains.

Saat meneliti berbagai ras dan jenis kucing, mungkin akan menemukan informasi yang bertentangan terhadap mitos ini. Beberapa sumber, memang mengkonfirmasi bahwa kucing sangat penyayang. Tetapi sumber lain mengakui bahwa tidak sepenyayang yang dibayangkan.

Pola Huruf M

Perlu Anda ketahui, sebanyak 70 persen kucing memiliki tanda tabby atau huruf ‘M’ pada keningnya. Kucing juga diidentifikasi sebagai hewan peliharaan pertama yang baik karena perawatannya relatif rendah sekaligus penyayang dan interaktif. Namun, kucing seperti hewan peliharaan lainnya yang masing-masing memiliki kepribadian unik.

Umumnya, kucing tabby diidentifikasi dari dua warna bulu yang berbeda. Atau setidaknya memiliki warna yang sama tetapi dengan tone yang berbeda. Satu warna lebih solid dan warna lain lebih terang sehingga membentuk pola ‘M’ pada keningnya.

Berakar dari Mitor

Makna ‘M’ ini juga berakar pada legenda dan mitos agama. Sebuah mitos menjelaskan bahwa tanda itu diberikan oleh ibu Yesus, Maria, sebagai simbol rasa terima kasih setelah seekor kucing betina mendekati Yesus untuk memberinya kenyamanan.

Legenda ini juga mirip dalam agama Islam, tanda ‘M’ menyimbolkan rasa syukur karena kucing betina membunuh seekor ular yang bersembunyi di lengan baju Nabi Muhammad.

Orang Mesir punya kisah yang berbeda tentang kucing tabby. Kucing dengan pola unik di kening ini diyakini memiliki hubungan dengan bulan, sebagaimana dibuktikan oleh pantulan bahaya di mata mereka. Menurut budaya Mesir, tanda ‘M’ melambangkan hubungan itu, serta kata ‘Mau’ dalam bahasa Mesir untuk ‘kucing’.

Artikel ini telah tayang dengan judul Benarkah Kucing Tabby Punya Karakter Lebih Agresif? Ketahui Faktanya.

Selain terkait kucing tabby, dapatkan informasi dan berita daerah Jawa Timur melalui VOI Jatim.