Pemberlakuan SOTK Terbaru, Walkot Eri Cahyadi Mutasi 20 Pejabat Penting di Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-FOTO VIA ANTARA.jpg

Bagikan:

SURABAYA - Sebanyak 20 pejabat penting di pemerintahan kota Surabaya dimutasi. Keputusan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu dilakukan dengan menyesuaikan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru yang mulai berlaku per 2022.

"Hari ini memang ada sejumlah penempatan untuk SOTK yang baru. Di situlah, juga ada penyesuaian nama (dinas) sehingga pasti ada mutasi," jelas Wali Kota Eri saat melantik 20 pejabat penting di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur dikutip Antara, Senin, 20 Desember.

Eri Cahyadi Gabungkan Sejumlah Dinas

Eri Cahyadi menilai ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dijadikan satu yakni Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR).

Dua dinas tersebut melebur menjadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP). Pada posisi Kepala DPRKPP. Selain itu Walkot Eri menunjuk Irvan Wahyudrajad yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan.

Selain itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang digabung menjadi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP).

Kursi kepala DKKORP akan diisi oleh Wiwiek Widayati yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perdagangan.

Pemkot Surabaya Lakukan Pergeseran Pejabat

Selain menyesuaikan SOTK baru, dilakukan pula pergeseran dengan mempertimbangkan kualitas masing-masing figur. Oleh karenanya, selain kepala dinas, ada pengisian sejumlah jabatan fungsional, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati yang kini menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Selanjutnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto yang kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Selain itu, juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita yang kini menjadi Asisten Adminstrasi Umum.

Penjunjukan Staf Ahli

Ada pula sejumlah pengisian staf ahli. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Surabaya M. Afghani Wardhana menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan; Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Supomo yang kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

"Wali Kota tak bisa bergerak sendiri. Kami butuh pendamping. Makanya, ada staf ahli wali kota. Itu harus kembalikan ke muruahnya. Mereka orang-orang hebat," kata Eri Cahyadi.

Wali Kota Surabaya menegaskan pengisian beberapa posisi oleh sejumlah nama juga memastikan kapabilitas masing-masing figur. Hal ini dibuktikan dengan hasil asesmen.

"Bukan hanya oleh Pemkot, melainkan juga sejumlah pihak lain, yakni pihak pemerintah provinsi, akademikus, panitia seleksi, dan 360 degree assessment (asesmen 360 derajat). Bahkan, asesmen dilakukan empat kali," kata Eri.