Berhasil Identifikasi, 5 Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru Diserahkan ke Keluarganya
Ilustrasi korban bencana erupsi Gunung Semeru (ANTARA)

Bagikan:

SURABAYA - Sebanyak lima jenazah korban erupsi Gunung Semeru berhasil diidentifikasi oleh Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Indentification/DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur. Kelima jenazah tersebut sudah diserahkan kepada keluarganya di RSUD dr Haryoto Kabupaten Lumajang.

"Ada lima jenazah yang diserahkan kepada keluarganya hari ini setelah Tim DVI berhasil mengungkap identitas lima jenazah korban bencana Gunung Semeru," ucap Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim dalam konferensi pers yang digelar di RSUD Haryoto Lumajang dilansir Antara, Rabu, 29 Desember.

Identitas Lima Korban Erupsi Gunung Semeru

Kelima jenazah yang berhasil diketahui identitasnya oleh Tim DVI yakni berjenis kelamin laki-laki dengan rincian jenazah B-007 atas nama Agus Sriwanto (31) warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA; kemudian jenazah B-008 atas nama Giman (87) warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA.

Jenazah lainnya B-012 atas nama Mistono (45) warga Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro yang teridentifikasi dengan sekunder; jenazah B-018 atas nama Mulyanto (28) warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA dan jenazah B-022 atas nama Sofyan Fauzi (33) warga Bumiaji, Kota Batu, yang teridentifikasi dengan DNA.

"Tim DVI menerima sebanyak 38 jenazah dan sembilan bagian tubuh. Yang sudah teridentifikasi sebanyak 35 jenazah, sehingga ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi dan masih proses DNA-nya untuk dicocokkan," ucapnya.

Masyarakat Diimbau Lapor ke Posko DVI

Erwin juga mengimbau masyarakat yang kehilangan keluarga untuk segera melaporkan kepada Posko DVI di RSUD dr Haryoto Lumajang karena pihaknya menyampaikan ciri-ciri tiga jenazah yang belum teridentifikasi.

Jenazah label B-023 berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan 170-180 cm, usia di atas 25 tahun, dan botak yang ditemukan di Sumberwuluh; kemudian label B-031 jenis kelamin wanita, tinggi badan 160-170 cm, dan usianya di atas 40 tahun yang ditemukan di Kampung Renteng; jenazah label B-043 berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan antara 145-155 cm ditemukan di Dusun Kamar Kajang.

Sementara Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan Posko DVI tetap dibuka hingga 3 Januari 2022 dan pihaknya memastikan akan memberikan pelayanan penuh terhadap masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya.

"Keluarga dekat adalah orang yang sangat membantu untuk data antemortem dan identifikasi, sehingga kami memerlukan data dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya," katanya.

Apresiasi untuk DVI Polda Jatim

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr Ignasius Bayu Wibowo mengapresiasi kinerja Tim DVI yang berhasil mengungkap satu-per satu identitas korban bencana APG Gunung Semeru.

"Kami mewakili Pemkab Lumajang mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim DVI Polda Jatim yang terus membantu kami, sehingga dapat mengungkap identitas korban bencana Gunung Semeru," ujarnya.